Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan

27 Mei 2016

Kata-Kata Bijak tentang Cinta 2016 - Love Quotes

Kata-Kata Bijak tentang Cinta 2016 - Love Quotes

Menjalani Long Distance Relationship itu beneran nggak enak. Tiap hari baper melulu. Jadilah apa aja yang dilihat, didengar, dirasakan, kebawa suasana mellow gitu kan.

Duh.

Cara yang pasti biar bapernya sedikit terobati ya telepon atau chatting. Kalo mau yang lebih 'berkesan'biasanya aku kirimin Kata-Kata Bijak tentang Cinta gitu deh.

Kalimatnya nyomot aja dari internet. Tapi desainnya bikin sendiri pake aplikasi Phonto yang bisa didownload di Android. Ini aplikasi keren banget deh. Kapan-kapan aku review deh, kalo sempet.

Jadi...aku share aja gambar love quotes yang aku bikin tempo hari. Biar bapernya lebih berkesan, hahah..










have a nice day

Read more

12 Juni 2015

Tanda-Tanda Dicintai Lawan Jenis

He/She loves me, He/She loves me not... Cie cie... Bagaimana mengetahui doi suka atau nggak?
Yuk, kenali tanda-tanda dicintai oleh si dia lewat artikel berikut ini;

Minat

Jika seseorang benar-benar peduli tentangmu, ia akan menunjukkan minat yang kuat terhadap kepribadianmu. Misalnya, ia akan bertanya tentang apa yang kamu inginkan dari kehidupan dan harapan dan aspirasi terbesar yang kamu miliki. Dia akan berusaha mencari  tahu atau ingin tahu apa yang  kamu suka dan tidak suka, serta apa yang memotivasi dan menginspirasi dalam hidupmu. Ketika seseorang memiliki minat dalam sisi terdalam orang lain dan benar-benar peduli untuk kesejahteraan orang itu, itulah yang menunjukkan cinta sejati.

Berbagi Bahagia Bersama

Jika dia nyaman membagi kebahagiaannya denganmu, maka kemungkinan dia mencintaimu. Ketika hubungan sepenuhnya bebas dari kecemburuan dan persaingan, itu adalah pada tingkat yang lebih tinggi. Hubungan cinta adalah mereka yang berbagi sukacita. Jika kamu berhasil lulus cobaan yang sulit dan dia selalu mendukungmu dan membantumu di semua jalan melalui itu semua, termasuk ikut bahagia dan bersemangat tentang hasilnya, maka hal itu juga menunjukkan situasi cinta sejati.

Kenyamanan

Tanda lain bahwa seseorang mencintaimu adalah jika ia bersedia untuk memberikan kenyamanan ketika kamu telah mengalami hari yang berat. Kenyamanan dapat berarti apa-apa dari meyakinkan seperti kata-kata dan pelukan. Cinta adalah semua tentang seseorang yang selalu ada di momen terbaik dan juga momen terburuk. Jika kamu dapat mengandalkan seseorang untuk menghiburmu dan berada di sana untukmu ketika kamu tidak merasa menjadi yang terbaik, maka dialah orang yang benar-benar mencintaimu.


Sabar

Jika seseorang bersedia untuk bersabar denganmu dan membantu melalui problem pribadimu, apakah itu tentang krisis besar di tempat kerja atau melalui situasi keluarga, artinya dia mencintaimu.

Perhatian

Ketika seseorang memperhatikanmu dari detail kecil tentang apa yang kamu lakukan dan katakan, itu berarti bahwa dia mencintaimu. Jika dia ingat hal-hal kecil yang kamu katakan padanya selama percakapan, misal, warna baju yang kau kenakan untuk pernikahan tahun lalu, maka kamu termasuk orang yang penting baginya dan hal-hal yang kamu lakukan dan katakan membuat kesan abadi pada dirinya.

Perasaan

Banyak orang tidak suka membuka diri terhadap orang lain tentang perasaan terdalam dan paling pribadi mereka. Jika orang membagi semua pikiran dan rahasia terdalamnya, itu menunjukkan kepercayaan, yang pada gilirannya menunjukkan cinta.


sumber: ehow.com
Read more

12 Mei 2015

Menjaga Hubungan Persahabatan. Sulitkah?

“Friends are the family we choose for ourselves.”

- Edna Buchanon

Punya sahabat sejati? Bersyukurlah jika punya. Memiliki sahabat seperti ini sangat berharga karena banyak dampak positif dihasilkan dari hubungan yang sehat bersamanya. Tak heran, itulah yang membuat sahabat sahabat sejati susah dicari.

Menariknya ada riset yang menyatakan bahwa menjalin persahabatan yang sehat bisa membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Namun demikian tidak semua orang layak dijadikan sahabat. Mengapa? Karena sahabat adalah orang yang mendapat banyak investasi dari kita. Kita punya waktu untuk mendengar curhatnya lebih dari orang lain, kita mendengar nasihatnya saat kita sedang ada masalah, kadang kita pun menjadikan keberadaan lebih berharga daripada bersama orang lain. Semua yang kita habiskan untuk menjaga hubungan yang baik dengannya membutuhkan pengorbanan yang melibatkan emosi, waktu, tenaga, bahkan materi. Jadi, peranan sahabat jelas lebih mendapat "priviledge" dibandingkan orang lain. Maka, selektiflah dalam memilih sahabat.

Bila ternyata kita sudah memiliki sahabat atau "calon sahabat" yang baik, maka tidak ada salahnya untuk menguji mereka. Seberapa layakkah ia dijadikan teman/ sahabat?

Kembali ke judul artikel ini: Menjaga Hubungan Persahabatan. Sulitkah?

Jawabnya, tergantung. Bagamana kita dan yang bersangkutan memandang makna hubungan itu sendiri. Namun sebenarnya saat kita punya satu saja orang yang layak dijadikan sahabat, maka itulah saatnya kita perlu menjaganya dengan sebaik mungkin.

Beberapa hal di bawah ini adalah informasi terkait cara mempererat hubungan persahabatan. Info ini sengaja kurangkum dari berbagai sumber untuk memudahkan kita dalam mempraktekkan hal ini setiap saat.

Cara mempererat hubungan persahabatan:

1. Sampaikan dengan Jujur

Kejujuran bagiku adalah salah satu hal yang teramat penting. Itulah mengapa aku meletakkan ini di tempat pertama. Hubungan persahabatan yang dibangun dengan kejujuran mungkin lebih terlihat naik-turun karena kadang jujur itu menyakitkan.

Ya, memang. Aku sudah menjalani hal yang menyakitkan akibat berkata jujur dengan teman sendiri. Tapi dari situ kita bisa menilai, apakah ia menginginkan kejujuran sebagai pondasi atau ia lebih suka hidup dalam "zona aman" yang penuh dengan kepalsuan dan kebohongan?

Dengan berani berkata jujur terhadap teman, kita bisa memberikan penjelasan tentang sudut pandang kita dan dari situ kita bisa berharap bahwa ia juga akan menyampaikan sudut pandangnya dengan jujur. Seseorang kadang luput menilai diri sendiri, tapi orang lainlah yang kadang bisa melihat dengan jeli kesalahan kita. Di sinilah peran penting kejujuran dalam persahabatan.

Teman/sahabat yang baik yang mau terang-terangan memberitahukan letak kesalahan kita dan mau menjelaskan situasi yang kita alami dengan baik menunjukkan bahwa ia ingin agar kita tidak terkena dampak negatif dari perbuatan kita sendiri. Orang-orang ini menjadi "alarm" yang baik untuk kehidupan sosial kita, dan feedback mereka yang berharga tidak boleh disia-siakan.

2. Menyadari Tak ada Seorang pun yang Sempurna

Jangan terlalu berekspektasi berlebihan dengan sahabat yang kita miliki. Mereka bisa saja berbuat kesalahan dan itu wajar. Kita pun tentu juga punya kesalahan, bukan?

Penting sekali untuk berusaha menunjukkan kesalahan sahabat kita dengan cara yang terbaik. Mereka juga manusia yang kadang memiliki ego di atas rata-rata. Salah bicara, bisa memperburuk hubungan. Saat itulah kita perlu belajar untuk mengkomunikasikan apa yang perlu disampaikan dengan cara yang sopan, tidak terlalu nge-judge, emosional, dll.

Begitu pun sebaliknya, saat teman/ sahabat kita menunjukkan kesalahan kita, cobalah untuk tenang dan berpikir dengan jernih. Jika memang ada kebenaran pada apa yang disampaikan, terimalah dengan lapang dada, dan jangan ragu meminta maaf. Jika memungkinkan beritahukan masalah yang sedang dihadapi kepadanya, untuk membuatnya paham dan berempati dengan keadaan kita.

3. Berbuat Baik kepada Sahabat Kita

Teman/ sahabat yang baik tidak lupa untuk berterima kasih. Memberikan hadiah kecil berupa makanan kesukaan, benda-benda yang dikoleksi, atau sekedar mentraktir bakso di warung kaki lima langganan sahabat kita bisa menjadi "kado persahabatan" yang berharga.

Kita terkadang lupa dengan bentuk perhatian semacam ini apalagi kepada orang yang sudah sangat dekat dengan kita. Bukankah sahabat ini yang sering membuat kita nyaman? Bukankah keberadaan mereka selama ini ikut mewarnai hari-hari kita? Susah senang bersama, mengalami hal-hal konyol bersama, mereka layak mendapat perhatian lebih dari sekedar ucapan terima kasih.

Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa kejutan kecil untuk sahabat kita kadang tidak selalu disukai oleh orang yang bersangkutan. Kenali apa yang disukai dan tidak disukai oleh sahabat kita, agar kita tidak merusak persahabatan hanya karena kita "kurang riset" dengan hal-hal yang disukai/dibenci sahabat.

4. Membalas Kebaikan Sahabat Kita

Sejalan dengan no.3, kita perlu membalas kebaikan yang sudah diberikan sahabat kita. Selalu ingat bahwa hubungan apapun membutuhkan timbal balik. Terkadang balasan itu tidak selalu menyangkut materi. Kita bisa membalas kebaikan mereka dengan menjadi teman yang baik, memberikan support saat ia merasa down, dan senantiasa ada saat ia butuh orang di sisinya.

Bahkan tidak menyakiti hati sahabat, itu termasuk kebaikan. Ingatlah untuk selalu menjaga rahasianya jika apa yatng pernah disampaikannya termasuk hal privat (bahkan saat sahabat kita lupa meminta kita untuk merahasiakan hal itu). Sangat penting untuk menjadi orang yang dipercaya ketika kebanyakan orang saat ini banyak yang terbiasa berdusta.

5. Realistis saat Berkonflik

Menjadi orang yang realistis dalam persahabatan juga penting. Kita perlu juga menyadari bahwa konflik pun bisa menimpa siapa pun, termasuk dalam persahabatan yang sudah sangat lama.
Saat konflik tidak terhindarikan, upayakan menempuh jalur yang menuju win-win solution (yang menuju ke arah penyelesaian konflik tersebut). Mendiamkan masalah tidak akan membuat masalah menjadi hilang, justru yang terjadi adalah fenomena gunung es yang semakin bertumpuk.

Bicarakan masalah dengan sahabat dan sampaikan apa yang kita rasakan untuk membuatnya mau berempati dengan kita. Sebaliknya, ajaklah ia menyampaikan apa yang ia rasakan, agar kita bisa berempati dengan keadaannya. Mengkomunikasikan masalah untuk mencari jalan keluar yang realistis perlu dilakukan agar konflik tidak berlarut-larut.

Demikianlah, persahabatan yang semakin lama butuh pengorbanan yang semakin besar. Kita perlu untuk tumbuh dewasa bersama-sama.


Have a nice day




sumber:
-https://www.psychologytoday.com/blog/compassion-matters/201301/5-ways-maintain-lifelong-friendships).
- Makalah Kuliah: Maintaining Friendship
Read more

9 Mei 2015

Persiapan Belajar Anak Usia Dini dari Beragam Aspek (Bagian 3)

Artikel ini lanjutan dari postingan bagian 2 dan bagian 1.

Persiapan Belajar Anak Usia Dini dari Beragam Aspek (Bagian 3)


MEMAHAMI DUNIA

Orang-orang, dan Masyarakat


Anak-anak mampu menjelaskan tentang peristiwa masa lalu dan di masa depan dalam kehidupannya sendiri maupun kehidupan anggota keluarganya. Mereka tahu bahwa anak-anak lain tidak selalu menikmati hal-hal yang sama dan terkadang juga merasa sensitif dengan topik-topik semacam ini.

Anak-anak hendaknya memahami kesamaan dan perbedaan antara diri mereka dan orang lain serta di antara keluarganya, masyarakat dan tradisi yang ada.

Memahami Dunia Luar

Anak-anak memahami tentang kesamaan dan perbedaan terkait dengan tempat, objek, material, dan makhluk hidup lainnya.

Mereka bisa menjelaskan tentang hal-hal yang dekat dengan lingkungannya dan bagaimana lingkungan itu bisa berbeda satu sama lain. Mereka bisa mengamai hewan dan tumbuhan serta menjelaskan mengapa beberapa hal bisa terjadi dan bisa menjelaskan perubahan tersebut.

Teknologi


Anak-anak bisa mengenali jangkauan teknologi yang biasa dilakukan di sejumlah tempat misalnyadi rumah dan sekolah. Mereka menyeleksi dan menggunakan teknologi untuk tujuan tertentu.

EKSPRESI SENI DAN DESAIN


Eksplorasi Bahan dan Media

Anak-anak bisa menggunakan seni dan bereksperimen dengan benda-benda seni yang ada. Mereka bisa menggunakan berbagai variasi material, alat, dan teknik  secara amanwarna, desain, tekstur, beragam bentuk dan fungsi dari media seni.

 (baca juga : Menggambar, Salah Satu Kunci Mengembangkan Kreativitas Anak)

Menjadi Imajinatif


Anak-anak menggunakan apa yang mereka pelajari tentang media dan bahan secara original, lalu berpikir tentang kegunaan dan tujuannya. Mereka menggambarkan ide-ide mereka sendiri, pemikiran tentang desain dan teknologi, seni, role play, dan cerita.

sumber:
My book Small Talk: Simple ways to boost your child's speech and language development from birth

Read more

5 April 2015

Cara Menghadapi Orang yang Menyebalkan

Kita adalah makhluk sosial. Hidup di lingkungan yang luas, entah di sekolah, kampus, tempat kerja, atau lingkungan tetangga tidak mungkin bebas dari masalah. Salah satu masalah yang kerap menguras pikiran adalah ... berhadapan dengan orang menyebalkan!

Ada di antara mereka yang tukang bohong, tukang adu domba, ada yang suka bergosip, ada yang pelit banget, ada yang mata keranjang (suka flirty), ada yang angkuh, ada yang suka lebay (ratu drama), ada yang ngomongnya kasar (bahkan suka mengucapkan F* word ), ada yang bossy, berisik, sering pinjam uang tapi suka lupa bayar, dan lainnya. Macam-macam karakter orang yang bisa dikategorikan “menyebalkan”, tergantung persepsi kita juga.

Apapun itu, salah satu ciri yang bisa membuat kita mengklasifikasi si “orang tadi” sebagai orang yang menyebalkan intinya satu. Kita nggak pernah nyaman dengan kehadirannya. Saat ia ada, kita merasa begitu lelah, begitu capek hati melihatnya (sekedar melihat doang loh, belum diperlakukan gimana2). Lah begitu si doi pergi, ternyata hati kita bisa “plong” dan mood kita berubah menjadi lebih baik.

Pernah merasa begitu?

 Jika ya, maka sudah saatnya kita melakukan upaya penyelamatan diri sendiri. Menyelamatkan hati dan pikiran kita supaya tidak mudah terpengaruh dengan si doi.
Seperti apa?

1. Abaikan. 

Hal ini berlaku untuk orang-orang yang tidak terkait dengan kita. Teman bukan, saudara bukan, rekan kerja bukan, ya sudah...siapa elo? Just leave them alone. Hal ini jauh lebih mudah daripada menanggapi mereka. Masih ada orang lain yang lebih baik dijadikan kawan.

2. Menata hati. 

Jika ternyata orang yang menyebalkan itu ternyata orang dekat kita sendiri, dan kita mau nggak mau mesti interaksi dengannya, maka kita bisa menata hati dengan berusaha untuk senetral mungkin saat berinteraksi dengannya.

Saat merasa terganggu, tidak perlu dimasukkan hati. Sebaliknya upayakan untuk memahami dalam konteks apa ia bersikap seperti itu. Mungkin ia memiliki masa lalu yang pahit (misal ia seorang dalam keluarga broken home), atau ia sedang sedih, depresi, apapun itu.

Maka cobalah untuk menggali sebab di balik sikap yang menyebalkan itu. Dari situ mungkin kita bisa lebih bisa berempati dengan keadaanya, dan di sisi lain besyukur dengan keadaan kita yang jauh lebih baik.

Cara ini lebih fokus untuk diri kita sendiri. Itu langkah pertama untuk menjaga agar kita tetap “waras". Lagi pula jauh lebih sulit untuk mengubah karakter orang lain. Kecuali jika orang itu sadar sendiri. Apalagi jika si orang itu serumah dengan kita, wah...benar-benar harus berusaha fokus untuk tidak terpancing dengan hal-hal negatif yang mengganggu kita.

3. Beri contoh yang baik. 

Jika orang itu cukup dekat dengan kita, dan termasuk orang yang mau dikritik, maka berikanlah nasihat atau saran dalam situasi yang santai. Beri contoh langsung dengan perilaku dan sikap kita yang sekiranya bisa mengubah pandangannya. Sesekali ceritakan juga perspektif kita agar ia tahu bahwa apa yang dilakukannya ternyata bisa membuat orang lain tidak nyaman di dekatnya.
Memberi contoh langsung juga terkesan jauh lebih “halus” daripada mengkritik langsung. Karena kadang ada manusia yang tidak suka disalahkan dan cenderung defensif jika dinasihati.

4. Cintai diri sendiri. 

Ya, mengapa tidak? Kita sendiri punya beban yang harus diselesaikan. Berhadapan dengan orang-orang seperti itu hanya akan membuat stres, tekanan darah naik, dan secara psikis (fisik juga) akan menyiksa hari-hari kita. Segera update mood dengan melakukan hal-hal yang membuat energi negatif menyingkir. Kalau bisa dijauhi, ya menjauhlah. Kalau tidak ada jalan lain, coba diskusikan dengan konsultan psikologi untuk alternatif yang lebih spesifik (serius musti ke psikiater/psikolog? bukannya itu untuk orang-orang neurotik? ...ya, nggak harus sih, cuma tentu kita butuh orang yang ahli untuk bisa membahas dan memcahkan masalah secara lebih akurat).

Dan satu lagi, kadangkala terlalu menyimpan semua masalah sendiri akan membuat hal-hal sepele tampak besar. Mungkin ada baiknya jika kita lebih banyak berkomunikasi positif dengan orang-orang yang positif. Carilah energi positif dengan bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang yang baik.



have a nice day
Read more

1 April 2015

Menumbuhkan Sikap Positif

Kita adalah manusia yang hidup sebagai makhluk sosial. Kita tidak bisa tidak bersentuhan dengan dunia luar, orang-orang di sekitar, tetangga, orang tua, keluarga dan kerabat. Meski kita tidak punya banyak teman sekali pun, kita tidak mungkin terlepas dari interaksi dengan orang lain.

Lihat saja, saat membeli kebutuhan pokok, kita bertemu penjual, kita membeli dan bertransaksi, begitu pun saat kita sakit, kita butuh orang lain untuk membantu kita. Rasanya hampir tidak mungkin seseorang hidup terisolasi tanpa siapa pun.

Interaksi dengan orang lain membutuhkan sikap yang baik. Misalnya ucapan terima kasih, senyuman, mampu bertempati dengan kesusahan orang lain, dan lainnya. Sikap baik akan mengisi hidup kita dengan hal-hal yang menyenangkan dan menenangkan. Orang lain akan nyaman dengan kita, orang lain tidak merasa terganggu dengan keberadaan kita, bahkan bisa jadi kita adalah orang  yang selalu diharapkan untuk ada di sisi mereka.

Bagaimana Menumbuhkan Sikap Positif?

Menciptakan sikap baik perlu didukung dengan pikiran positif. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

Meningkatkan aspek religius dalam diri manusia

Sebagai muslim, seseorang perlu menjadikan hidupnya tenang dengan menjadikan Al Quran dan sunnah sebagai pedoman. Memahami makna hidup dan menyadari tujuan diciptakannya manusia di dunia akan membuat hidup menjadi lebih tenang. Karena dalam Islam, muslim dan muslimah harus selalu bersyukur dan bersabar baik dalam senang maupun susah.

Belajar Sabar

Meski banyak yang bilang kalau sabar itu susah, jangan patah semangat. Karena sabar itu perlu dilatih. Setiap hari orang perlu meningkatkan level kesabarannya karena hidup ini tidak selalu berjalan mulus. Selalu ada ujian yang datang dan pergi.

Berteman dengan orang-orang baik

Kita ingin bersikap baik tapi kita malah memilih teman-teman yang buruk? Jangan mimpi.
Teman memiliki kontribusi yang besar untuk perilaku dan cara berpikir kita. Jangan sampai kita terseret menjadi berperilaku dan bersikap buruk karena setiap saat kita bergaul dengan orang-orang yang memiliki sikap negatif seperti itu. Sebaliknya pilih teman yang baik baik dari ucapan, perilaku, maupun sikapnya terhadap orang lain. Isi hari-hari kita dengan orang-orang yang baik saja.

Jauhi kebiasaan buruk

Menghilangkan kebiasaan buruk seperti suka bohong, enggan berterima kasih, atau meremehkan orang lain, dll. perlu dihilangkan dari diri kita. Semua perangai buruk itu akan merugikan diri kita sendiri. Sebaliknya berusahalah menghilangkan sikap negatif seperti itu dari diri kita.

Lakukan hal-hal yang mendorong sikap positif

Misalnya berkebun, merawat tanaman dan hewan peliharaan, merawat anak yatim atau anak-anak terlantar dengan kasih sayang, bersedekah kepada tetangga yang fakir miskin (meski sekedar semangkuk sop sayuran sederhana), dll. Selain hal ini menambah kepekaan kita terhadap sekitar, kita juga bisa merasakan bahwa "berbagi itu menyenangkan".

Menilai situasi dengan tepat.

Jika terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, jangan terburu pesimis atau berpikiran negatif, pikirkan matang-matang setiap konsekuensi dari apa yang akan kita lakukan. Selalu ada hikmah yang ada dalam setiap kejadian, hanya saja kita mau berpikir atau tidak. Bertindak dengan gegabah bisa membuat kita menyesal di kemudian hari.

Semua itu proses yang harus dilatih setiap saat. Mulai sekarang kita harus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya adalah dengan melakukan hal-hal positif dan memiliki sikap positif dalam setiap aspek kehidupan.

Have a nice day



Read more

16 Maret 2015

Persiapan Belajar Anak Usia Dini dari Beragam Aspek (Bagian 2)

Persiapan Belajar Anak Usia Dini dari Beragam Aspek (Bagian 2)

Postingan ini merupakan sambungan dari bagian 1 yang mengulas tentang Aspek Personal, Sosial dan Emosional anak dalam proses belajar.


Aspek Perkembangan Fisik

1. Kemampuan Bergerak dan Kontrol

Diharapkan anak mampu menunjukkan kontrol diri dan koordinasi yang bagus baik dalam gerakan kecil maupun besar. Mereka bisa bergerak dengan percaya diri ke arah lain dan bisa mengontrol diri di ruangan dengan aman. Mereka juga diharapkan mampu untuk menggunakan peralatan dan perlengkapan secara efisien dan tepat, misalnya seperti menulis dengan pensil atau menggambar dengan krayon. 

2. Kemampuan Menjaga Kesehatan dan Perawatan untuk Diri Sendiri

Anak-anak juga perlu tahu dan mampu melakukan aktivitas berkaitan dengan kesehatan dirinya. Mulai dengan melakukan olah raga, makan makanan sehat, dan bisa mengkomunikasikan bagaimana untuk tetap sehat dan aman. Mereka perlu mengatur rutinitas atau kebiasaan baik terkait dengan dasar-dasar cara mencuci tangan yang benar, berpakaian yang bersih, dan menggunakan toilet dengan higienis.

Kemampuan Literasi

3. Kemampuan  Membaca

Anak-anak perlu belajar membaca dan memahami kalimat sederhana. Mereka perlu mengetahui makna dari kata-kata yang umum dipakai dan bisa mengucapkannya dengan akurat.
Mereka juga perlu kadangkala membaca istilah-istilah asing atau yang tidak umum dan mengetahui artinya. Mereka juga perlu belajar memahami apa yang dibaca dengan mendiskusikannya kepada orang lain.


4. Kemampuan Menulis

Anak-anak diharapkan mampu menulis kata-kata yang diucapkan dengan benar. Mereka juga perlu mengetahui kata yang umum dan yang tidak umum untuk memperkaya kosa-katanya. Mereka perlu belajar menulis kalimat sederhana yang bisa dibaca baik oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain.

Kemampuan Berhitung

Angka-Angka

Anak-anak diharapkan bisa menghitung dengan benar dari 1 hingga 20. Letakkan objek/ benda secara berurutan, tunjuk satu angka dan tanyakan padanya angka mana yang lebih besar atau lebih kecil dari yang ditunjuk tadi. Ajari juga tentang jumlah benda, dengan menggunakan penjumlahan, pengurangan. Biarkan anak belajar memecahkan masalah matematika dengan mendiskusikannya bersama orang lain.

Ukuran, Bentuk, dan Bangun Ruang

Ajak anak-anak untuk memahami ukuran, bentuk dan bangun ruang dengan percakapan sehari-hari. Kenalkan mereka dengan ukurang besar kecil, berat, volume, posisi, jarak, waktu, dan nominal uang untuk membandingkan jumlah dan objek benda. Mereka perlu memcahkan masalah matematis, dengan mengenali, membuat, dan mendeskripsikan pola-pola/ rumusan yang ada. Mereka juga perlu mengeksplorasi Karakteristik setiap bentuk objek dan menggunakan istilah matematika untuk mendeskripsikannya.

(bersambung)

sumber: http://blakesmalltalkblog.dailymail.co.uk/
Read more

1 Maret 2015

Persiapan Belajar Anak Usia Dini dari Beragam Aspek (Bagian 1)

Akhir-akhir ini aku lagi suka banget jalan-jalan ke blog dan situs parenting. Tujuannya karena pengen belajar lebih banyak tentang dunia anak-anak. Hasil membaca di situs-situs parenting tersebut akhirnya aku menyimpulkan beberapa aspek terkait dengan proses pembelajaran anak di usia dini.

Artinya apa? Setiap anak tentunya dipersiapkan untuk memperoleh pendidikan. Entah dengan metode homeschooling atau disekolahkan. Mempersiapkan diri sebelum menerima ilmu perlu untuk diperhatikan dengan seksama oleh orang tua mana pun. Sehingga nantinya saat si kecil mendapat pendidikan, mereka tidak mengalami kesulitan atau hambatan.


Berikut ini aspek persiapan untuk belajar di usia dini untuk anak-anak yang perlu diperhatikan oleh para orang tua atau para guru PAUD:

Aspek Personal, Sosial dan Emosional

1. Menjalin hubungan interpersonal

Anak-anak perlu diajarkan tentang bersosialisasi dan berinteraksi sosial dengan anak-anak lain dan juga kepada orang tua/ guru. Mereka perlu berkomunikasi, bekerja sama, bercakap-cakap, dan menjalin hubungan interaktif saat bermain. Mereka perlu belajar untuk saling bertukar pikiran dan mengorganisasikan aktivitas harian mereka. Mereka juga perlu menunjukkan empati saat kawan yang lain membutuhkan dan menyampaikan perasaannya.

2. Membangun Kepercayaan Diri dan Mawas Diri

Anak-anak perlu untuk mencoba beragam aktivitas yang baru. Mereka juga perlu mengutarakan kepada orang lain tentang apa yang menjadi pilihan, kesukaan, dan apa yang menarik bagi mereka. Inilah yang perlu dikembangkan agar mereka punya rasa percaya diri dengan menyampaikan pendapat/ pikirannya kepada orang lain. Mereka perlu juga dengan berani mengatakan apa yang mereka butuhkan (atau yang tidak dibutuhkan) saat beraktivitas.

3. Mengelola Perasaan dan Tingkah Laku

Anak-anak pun perlu juga diajari bagaimana mengatur perasaan mereka. Mereka perlu belajar menyampaikan bagaimana perasaan dirinya dan mengerti bagaimana perasaan orang lain.

Selain itu ia juga bisa mengetahui perilakunya maupun perilaku orang lain serta memahami konsekuensinya. Ia juga harus bisa membedakan perilaku mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.

Sebagai rang tua atau guru PAUD harus bisa membimbing anak saat mereka dalam kelompok dan memahami aturan main saat bersama banyak orang. Mereka perlu menyesuaikan diri dan mengatur perilakunya dalam situasi yang berbeda di sebuah komunitas/ kelompok.

Aspek Komunikasi dan Bahasa

4. Mendengarkan dan Memusatkan Perhatian

Anak-anak juga sebaiknya diajari dalam bersikap di berbagai situasi yang beragam. Mereka perlu belajar cerita, mengantisipasi beragam kejadian penting, serta merespon terhadap apa yang mereka dengar dengan menyampaikan komentar, tindakan, atau pertanyaan yang relevan. Mereka perlu memusatkan perhatian terhadap apa yang diucapkan orang lain dan meresponnya dengan tepat sambil melakukan aktivitas lain.

5. Memahami 

Anak-anak perlu belajar memahami setiap instruksi yang melibatkan beberapa ide atau tindakan. Mereka perlu menjawab 'bagaimana' dan 'mengapa' tentang pengalaman mereka serta dalam memberikan respon terhadap suatu kejadian atau cerita tertentu.

6. Menyampaikan Pendapat

Anak-anak juga perlu belajar berbicara tentang pengalaman mereka secara efektif. Mereka harus bisa menunjukkan apa yang dibutuhkan oleh pendengarnya dengan menyampaikan cerita yang tepat. Cara ini bisa membantu si anak untuk mengembangkan kemampuan naratif dan mengembangkan ide/ gagasan dalam pikirannya.


Read more

10 Februari 2015

Jika Pernikahan Mulai Membosankan, Solusinya?

Setiap kehidupan rumah tangga memang tidak selalu "happily ever after". Tentu saja realitas pernikahan bisa rentan dengan konflik dan kebosanan dengan pasangan. Bahkan bisa sangat berbahaya apabila kebosanan tersebut cukup sering terjadi.



Ada yang bilang jika pasangan menikah mulai dihantui dengan "kebosanan",  maka solusinya cukup mudah. Tinggal melakukan relaksasi dan rekreasi saja biar tidak terus-menerus kepikiran dengan hal-hal yang menjadi rutinitas. Ya, kebosanan itu kebanyakan timbul karena rutinitas yang monoton dalam rumah tangga. Setiap pasangan butuh refreshing dan melakukan hal-hal yang bersifat rekreatif (menyenangkan, menenangkan, membuat mood kembali normal). Sedikit hal yang diubah dalam aktivitas bisa menjadi pengusir kebosanan yang melanda rumah tangga. Seperti apa?


  • Sesekali berkencan. Ya, pacaran dengan pasangan sendiri tentunya akan membangkitkan suasana romantis yang bisa meluruhkan emosi dan energi negatif kepada pasangan. Kalau punya anak kecil (misal balita), coba rencanakan dengan meminta tolong pada orang tua atau saudara sejenak. Kamu bisa pergi ke lokasi yang menurut kalian sempurna untuk menghabiskan waktu berdua. Entah piknik, ke restauran, ke perpustakaan, atau sekedar jalan-jalan ke taman. 
  • Coba pergi ke tempat baru. Kebanyakan orang memilih untuk ke tempat yang sama yang digunakan untuk makan, jalan-jalan, dsb. Coba ganti suasana dengan pergi ke tempat yang sama sekali baru. Misalnya mencoba ke resto masakan Jepang yang baru buka di kotamu meski mungkin lebih jauh dari tempat langganan kalian. Selama perjalanan, kalian bisa saling berkomunikasi untuk mencairkan suasana sehingga lebih hangat dan ceria.
  • Liburan. Mengapa tidak? Segera ambil cuti dan rencanakan berlilbur ke tempat yang seru sekeluarga. Entah liburan ala backpacker atau liburan mewah, tidak masalah. Sama-sama seru kok.
  • Belajar bersama. Coba habiskan waktu bersama dengan mengambil kursus bersama. Misalnya, ikut kursus bahasa asing bersama sehingga berdua bisa saling bertukar pikiran dan sekaligus melakukan hal baru yang di luar aktivitas rumah tangga. Pastikan berdua dengan pasangan saling melakukan komunikasi yang intens dan dekat sehingga timbul keterikatan saat belajar bersama.
  • Luangkan waktu berkomunikasi di mana pun ada waktu luang berdua di rumah. Komunikasi yang baik ada kunci utama dalam membangun hubungan yang hangat. Setiap orang hendaknya saling mendengarkan  curhatan pihak lain, termasuk jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam hubungan. Pastikan semua dilakukan saat suasana dalam kondisi enjoy dan rileks.


Demikian tips sederhana (hasil pengalaman pribadi juga nih ceritanya) untuk menjaga agar pernikahan tetap stabil dan tidak membosankan. Semua tips tersebut tidak menjadi tolok ukur yang pasti untuk dilakukan. Namun tetap saja, jika mengalami kebosanan dalam rumah tangga, kamu harus melakukan sesuatu agar hal itu tidak berlarut-larut. Fokuslah dengan tujuan ini agar kebahagiaan dalam pernikahan bisa selalu diraih.

Read more

16 Januari 2015

Cinta yang Salah itu Virus Mematikan

Siapa yang tak pernah jatuh cinta? Cinta bisa menyerang siapa saja, tanpa membedakan latar belakang budaya, status sosial, tingkat pendidikan dan usia. Bahkan anak-anak kecil yang masih tk atau sd ada yang sudah berani ngomongin cinta. Padahal hakikat cinta yang  sebenarnya bukanlah soal si A suka sama si B, atau si C, si D, dan seterusnya.


Penting sekali menanamkan edukasi pada siapa saja, bahwa cinta yang benar itu sesuai dengan aturan dan norma. Seperti cinta yang diikat dalam pernikahan.

Pernikahan bukan untuk sebulan dua bulan saja. Tetapi untuk selamanya. Bukan cinta sesaat ala anak-anak muda yang mengarah ke zina. Tahu sendiri kan gaya anak-anak muda pacaran saat ini? Ngeri banget.

Katanya kalau tidak mau diajak ML, itu berarti nggak cinta. Hah? Itu cuma modus buaya darat. Justru kalau si cowok benar-benar cinta harusnya lebih berjiwa ksatria dong. Bilang ke ayah si gadis dan melamarnya dengan jaminan bahwa  si cowok akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyayanginya, menjaganya, membahagiakannya hingga maut memisahkan.

Karena cinta bisa datang dan pergi. Ia datang seringnya tanpa permisi. Begitu pun kadang ia bisa pergi dengan menoreh luka di hati.

Iya, cinta itu virus dahsyat yang obatnya nggak ada di apotek mana pun. Orang yang tadinya waras bisa gila karena cinta.

Ada kisah nyata tentang seorang cowok yang tergila-gila dengan wanita idamanya. Saking cintanya ia bahkan melakukan tindakan yang menakutkan. Semua itu didorong dengan cinta yang berlebihan kepada orang yang disukainya.

Namun sayang sungguh disayang, kasih itu tak pernah sampai. Ia terus-menerus stalking gadis yang dicintainya. Bahkan membuat akun social media palsu tentang si gadis. Lebih jauh lagi, dalam akun palsu buatannya itu, ia membuat skenario seakan-akan ia dan gadis itu memiliki hubungan dan saling mencintai. 
Usut punya usut ternyata ketahuan kalau cowok itu ternyata menderita gangguan jiwa. skizofrenia. Kurang tahu apakah ia mengalami gangguan itu karena kasih tak sampai, atau justru karena ia skizo makanya ia melakukan hal yang aneh-aneh. Entahlah.

Tetapi moral of the story adalah cinta yang salah itu bisa menjadi sangat berbahaya. Mengapa memberikan cinta yang begitu besar kepada orang yang tidak berhak? Tunggulah hingga saat yang tepat tiba.
Aku bukan pakar cinta sebenarnya, tapi tulisan ini juga untuk mengingatkanku bahwa mendefinisikan cinta tidak mesti seperti yang digambarkan di novel picisan, atau drama korea.


Kalau cinta sekedar diartikan dengan kata-kata yang terukir di pohon, di bangku kelas, atau hadiah cokelat dengan mawar merah, maka itu adalah definisi yang sempit sekali. Lagipula bukankah apa saja yang kita cintai di dunia ini lambat laun akan ditinggalkan?

Cintai hanya untuk yang berhak untuk dicintai.

Coz we...
Live. Love. Leave... (this world)
Read more

2 Januari 2015

Tips Menjaga Kestabilan Rumah Tangga

Umumnya orang menginginkan kehidupan rumah tangga yang bahagia, tenteram, dan sejahtera. Jauh dari percekcokan dan konflik antara anggota keluarga (suami, istri, dan anak).

Menjaga agar rumah tangga selalu sakinah, mawaddah, warohmah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setiap proses interaksi dan komunikasi kedua belah pihak dalam perjalanan panjang sangat menentukan. Apa yang dilakukan suami akan dipersepsi oleh istri. Begitu pun sebaliknya, apa yang dikerjakan istri, akan menentukan persepsi sang suami kepadanya. 

tips rumah tangga stabil harmonis
sumber


Setiap peran diharapkan bisa berjalan seimbang. Suami dan istri masing-masing memiliki tugas dan peran masing-masing yang harus senantiasa dijaga kestabilan dan keharmonisannya. Meski saling mencintai satu sama lain, tidak mesti rumah tangga akan bebas dari yang namanya masalah atau konflik. Bagaimana mungkin dua kepala dalam satu rumah bisa selalu akur? Yang satu ingin ini, yang lain ingin itu. 

Benturan-benturan konflik bisa mewarnai kehidupan rumah tangga dan itu adalah wajar saja. Asalkan suami dan istri saling menyadari dan memahami satu sama lain, potensi konflik bisa diminimalkan.


Tips Menjaga Kestabilan Rumah Tangga

1. Komunikatif

Baik pihak suami maupun istri harus selalu menjaga untuk berinteraksi dan berkomunikasi seefektif mungkin. Komunikasi dilakukan untuk saling mengenali kepribadian masing-masing sehingga akan timbul berikut ini.

2. Saling memahami

Memahami kebiasan masing-masing menjadi poin penting karena ini akan menentukan besar-kecilnya potensi konflik dalam kehidupan rumah tangga. Suami yang suka kerapian, akan cenderung kurang kerasan di rumah jika istri malas menata, malas beres-beres, dapur kotor, pakaian bertumpukan, dan rumah semrawut bak kapal pecah. Namun jika suatu hari, suami melihat rumah dalam keadaan semrawut padahal di hari-hari sebelumnya rumah selalu dirapikan dengan baik oleh sang istri, maka jangan dulu berprasangka buruk. Tanyakan baik-baik pada sang istri, apakah dia sedang sakit? sedang kurang enak badan? atau tanyakan apa yang sedang terjadi. 

Jangan buru-buru mendamprat dengan emosi saat melihat rumah “kacau”. Suami harus mengenali karakter istri, apakah dia seseorang yang rajin sebelumnya, mengapa mendadak jadi berubah? Tentu ada sesuatu. Nah, gali dengan cara yang lebih rileks agar istri bisa mengungkapkan masalahnya.

3. Sabar dengan Kekurangan Pasangan

Semua orang tentu paham bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Setiap kelemahan menjadi hal yang acapkali membuat diri seseorang mendadak emosi, sentimentil, rendah diri, dan ‘fragile’.

Untuk menutupi kelemahan diri kadang seseorang mencari-cari kelemahan orang lain. Tidak! Jangan pernah membongkar kelemahan dan mengungkit kelemahan orang lain apalagi terkait pasangan kita. Suami dan istri harus saling menjaga rahasia antara mereka berdua dari orang lain. Jangan sampai aib-aib rumah tangga bocor meluber hingga orang-orang sekampung tahu.

Kekurangan yang ada pada pasangan jika memungkinkan untuk diubah maka lakukanlah. Misalnya suami kurang bisa melakukan pekerjaan memperbaiki rumah seperti membetulkan genting yang bocor, atau kurang cekatan dalam membetulkan pipa ledeng yang rusak. Maka istri bisa membantu suami dengan memberikan referensi terkait urusan tersebut. Apalagi info di internet sudah semakin mudah diakses. Jika ternyata sudah dicoba, namun tetap gagal. Maka, tidak perlu menyalahkan suami atas kegagalannya. Jika memang terpaksa, minta tolong kerabat atau menyewa jasa orang lain. Ikhlaskan saja sejumlah uang, asalkan rumah tangga tetap tenteram.
Read more