Tampilkan postingan dengan label Cleaning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cleaning. Tampilkan semua postingan

7 Juni 2015

Tips membersihkan dan menata rumah

Tips membersihkan dan menata rumah

Rumah yang bersih dan tertata rapi adalah idaman bagi kebanyakan orang. Home sweet home, semakin rapi dan bersih semakin nyaman untuk ditinggali. Namun ternyata membersihkan dan menata rumah kadang membuat sebagian orang kesulitan untuk melakukannya.

Berikut ini tips singkat untuk membuat rumah tetap bersih dan rapi tertata dengan langkah yang mudah dan efisien.

1. Buat perencanaan. Coba kelilingi rumah dan periksa luar-dalam. Pilih apa saja yang perlu dibuang dan dipertahankan. Assess the situation. Pastikan barang yang tidak terpakai disingkirkan agar tidak memenuhi ruangan.
2. Pilih ruang terbaik dalam rumah dan jadikan prioritas untuk tempat yang bisa untuk publik. Atur dan susun barang apa yang cocok untuk tempat tersebut. Pastikan juga perabotan yang ada mudah untuk dibersihkan. 
3. Kumpulkan dan buang barang-barang kecil yang ada di rumah ke dalam plastik. Misalnya serpihan kertas, tutup botol, karton bekas, pulpen yang sudah habis, dll.
4. Periksa isi lemari, gudang, kotak obat, dll. Singkirkan apa yang tidak perlu. Buang semua sampah.
5. Gunakan kemoceng, sapu, dan penyedot debu untuk membersihkan rumah mulai dari atap, langit-langit, dan semua sudut rumah. Singkirkan pula sarang laba-laba, sarang tawon, dll.
6. Lap furnitur, kaki meja, jendela, pintu, dan semua bagian yang ada di rumah.
7. Atur tempat tidur dan tata susunan bantal gulingnya dengan rapi.
8. Gunakan kontainer/ wadah khusus untuk menata barang-barang sesuai dengan kategorinya masing-masing. Misalnya alat tulis, kunci, kertas, dll. Beri label dengan tulisan pada kontainer agar mudah menemukan barang tersebut.
9. Pastikan Anda meletakkan setiap barang di tempatnya masing-masing. Jaga supaya anggota keluargalain juga melakukan hal yang sama.
10. Segera bersihkan rumah jika sedikit kotor/ berantakan. Jangan tunggu hingga rumah berubah menjadi kapal pecah.


Read more

5 Juni 2015

Bahaya Bekas Kopi pada Gelas dan Tips Mencucinya

Bahaya Bekas Kopi pada Gelas dan Tips Mencucinya - Menurut NSF Internasional, jika mencuci gelas kopi yang tidak bersih lama-kelamaan akan menimbulkan ragi dan jamur yang berbahaya. Bahkan, ragi dan jamur tersebut mengandung kuman lebih banyak dibanding yang ada di toilet. Wah, benar-benar menakutkan ya?

Dari salah seorang peneliti yang bernama Kelly Reynolds, yang dilansir dari Hufiingtonpost, Rabu (1/10/2014) seperti yang dimuat di Okezone, "Cangkir kopi yang lembab di mana jamur dan bakteri akan tumbuh subur dalam jumlah yang tinggi. Jika masuk ke dalam tubuh manusia tentu akan menyebabkan berbagai penyakit,"

Selama ini, yang berkembang mungkin masyarakat menggunakan air panas untuk membersihkan sisa kopi di cangkir ini. Namun, ternyata cara tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut Reynolds, bahan paling efektif untuk membersihkan sisa ampas kopi ini adalah cuka, karena dapat mengandung mineral yang dapat mengikis ampas kopi.

Kemudian Director of the Home Appliances and Cleaning Products Lab, Carolyn Forté, juga menjelaskan bahwa botol dan mesin pembuat kopi di rumah juga harus dibersihkan secara rutin. Yakni bagian tutup dan filter keranjang harus dibersihkan setiap hari dengan air hangat dan air sabun.

Tips mencuci bekas kopi yang menempel di cangkir dan gelas;
  • Untuk membersihkan isi dalam teko bisa dengan menggunakan air hangat.
  • Campurkan dengan air sabun yang tidak mengandung bahan pengikis. 
  • Gosok dengan spons lembut untuk menghilangkan ampas kopi yang menempel. 
  • Bilas.
  • Lap hingga kering. 
sumber  http://economy.okezone.com
Read more

27 Januari 2015

Cara Mengusir Tikus

Dalam sejarah hidup inilah pertama kali rumahku dipakai "party" sama gerombolan tikus-tikus kampung yang luar biasa banyaknya. Padahal selama ini rumah termasuk stabil, jarang banget tikus ngacak-ngacak rumah. Paling banter mereka cuma seliweran aja.

Ceritanya beberapa minggu lalu kami sekeluarga mesti ke luar kota. Aku pikir cuma 1-2 hari aja, eh, ternyata di luar dugaan kami menghabiskan waktu hampir semiggu lebih di luar kota. Rumah ditinggal seperti biasa sih, nggak ada tumpukan sampah, nggak ada makanan yang bisa dijangkau tikus, dan sebagainya. Pokoknya aku yakin rumah bakal tetep "rapih" setelah pulang nanti.
Eh, nggak nyangka ternyata...pas pulang, jreng! Rumah berantakan banget, bak kapal pecah. Toples-toples di atas bergelimpangan di lantai, isinya terburai, Serpihan-serpihan biji kurma bertebaran di atas laptop, di atas tempat tidur, di atas meja. Majalah, buku-buku, dan baju anakku dikotori, diompoli, dan baunya.... iiyuuh... *pusing

Pokoknya rumah jadi nggaak banget. Padahal tadinya pulang pengen cepet-cepet istirahat. Lha, kalo rumah jadi rusak parah kayak habis kena bom atom gitu, trus gimana? Huks. 

Akhirnya aku dan suami kerja bakti bersih-bersih rumah. Semua barang yang udah "ditandai" sama si Tikus itu aku buang semua. Ya, ketimbang kena penyakit ya?

Dari situlah, aku berencana untuk perang besar-besaran terhadap si Tikus dan kroni-kroninya. Emang sih, nggak 100 persen berhasil karena rumah kami terbuat dari kayu dan ada sela-sela yang cukup untuk dilalui tikus keluar-masuk. Lagian, nggak mesti juga itu tikus bersarang di rumah kami. Karena rumah kami dekat sawah, kemungkinan ya tikus sawah yang sering dolan ke rumah.

Tapi untuk mengurangi chaos, aku pikir ada sedikit perubahan yang harus dilakukan di rumah kami.

1. Meminimalisir Barang

Semakin minim jumlah barang di rumah, makin sempit peluang si tikus untuk sembunyi dan bikin kolong petak umpet sendiri. Untung saja rumah kami nggak besar, jadi kami tidak punya alasan untuk nambah perabotan. Malah yang ada, aku musti memilah-milah barang yang harus disingkirkan agar nggak ada tempat buat tikus sembunyi. Cukup berhasil seh. Karena dulu aku hobi nyimpan barang di kardus, tapi sejak aku kurangi barang-barang, dan kardus-kardus yang nggak penting disingkirkan, mereka jadi jarang ngumpet lagi di situ.

2. Membuang sampah ke luar rumah

Sampah di dalam rumah, harus dikeluarkan saat sore atau malam, biar pas kita tidur nggak ada bunyi "kresek-kresek" si tikus lagi bongkar-bongkar sampah. 

3. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat
Keluargaku terbiasa untuk menghabiskan makan malam hingga licin tandas (nggak bersisa). Selain itu sunnah Rasul ya, itu juga biar tikus nggak ada kesempatan buat ikut mencicipi makanan. Tapi kalau kue-kue atau jajanan yang biasa diperlukan buat sarapan, kalau tidak mungkin dihabiskan hari itu ya disimpan di wadah tertutup rapat atau disimpan di kulkas. Kadang malah, aku menggantungnya di tempat yang sekiranya tikus nggak akan melompat buat ngambilnya.

4. Rajin bersih-bersih
Sebagian lokasi kadang dipakai tikus untuk sarang. Entah karena tertutup, atau jarang dijamah oleh si empunya rumah. Pernah itu si tikus bikin tempat melahirkan di tumpukan dakron yang ada di lemariku. Kaget banget pas liat ada bayi-bayi tikus merah yang asyik tidur berselimut dakron, "enak bener, ya? berasa tidur di hotel?"

Rupanya si tikus masuk lewat bagian belakang lemari dengan menggigiti bawahnya yang terbuka. Emang bukan lemari jati sih, jadi dikrikiti gitu bisa lubang dan mereka leluasa keluar masuk. Ampun, deh. Langsung aja sama suamiku dibuang semua se-dakron-dakronnya sekalian.



Solusi lain?
5. Racun Tikus
Aku sendiri belum pernah pakai racun tikus. Tapi katanya ada racun yang bisa bikin tikus mati perlahan-lahan dan bangkainya nggak bau lho. Cuma ya, itu kebenarannya nggak tahu pasti. Allahu a'lam, belum pernah pakai.

6. Perangkap Tikus
Nggak mempan di tumahku. Tikusnya pinter banget. Bisa manuver lho *atlet kali ya.

7. Lem Tikus
Pernah lihat bapakku pakai lem tikus buat menjebak tikus. Begitu para tikus nempel di lemnya, langsung dipukuli pakai kayu sampai tewas... iiyyuh. Aku nggak pakai ini, coz takut anakku sendiri yang nginjek lemnya.

8. Predator alami tikus
Predator alami tikus, bisa kucing, ular, atau burung pemakan tikus.

9. Pakai minyak zaitun.
Tikus nggak suka bau minyak zaitun. Jadi tuangkan minyak zaitun di kain dan sumpal ke sarang tikus.
Aku sendiri belum mencoba cara ini, keliatan gampang ya? Tapi minyak zaitun kan mahal, sayang banget.


Begitulah, apa ada cara yang efektif untuk mengusir tikus? Share di komentar ya...
Read more

12 Januari 2015

Tips Ringkas dan Efektif Mencuci Baju

Setiap orang perlu memiliki stok baju bersih untuk dipakai beraktivitas. Tapi ternyata nggak semua orang memiliki waktu untuk mencuci baju. Ada kalanya orang memilih untuk membawanya ke laundry. Sayangnya kalau itu terus-menerus dilakukan, biaya yang musti dikeluarkan bisa membengkak.

Alternatif lain orang biasa mencuci dengan mesin cuci. Apalagi kini mesin cuci ada yang dilengkapi dengan fitur yang mampu mencuci berdasarkan jenis bahan. Malah kalau salah treatmen jadinya baju malah cepat pudar warnanya. Dilematis ya?

Kalau sebagai ibu rumah tangga, jadwal mencuci baju memang harus disiapin. Karena semakin dibiarkan menumpuk baju semakin kotor dan baunya bisa mengganggu. Selain itu dalam kondisi tertentu baju jadi rusak. Contohnya saya tinggal di kawasan yang temperaturnya agak lembap. Semakin lama baju kotor dibiarkan menumpuk, lama-lama bisa timbul jamur (tayumen, bahasa Jawa) yang itu tidak bisa hilang meski dicuci. Jadinya saya selalu berusahan menyempatkan cuci baju setiap hari agar stok baju bersih selalu ada dan baju tidak rusak. Kan sayang banget harus buang baju gara-gara jamuran.

Nah, untuk tips cuci baju, saya sendiri menganjurkan untuk memakai deterjen cair. Karena deterjen cair mengandung konsentrat yang lebih efektif untuk menghilangkan noda dan pakaian lebih cepat bersih. Buat ibu rumah tangga seperti saya yang segalanya musti ekstra cepat, nyuci baju dengan deterjen cair bisa menghemat waktu dan tenaga dengan efektif.

Nggak usah capek-capek mengucek. Jari-jari tetap halus dan lembut. Kadang kalau pakai deterjen bubuk, jari suka panas kalau terpapar terlalu lama. Mengucek juga sakit kalau dilakukan terlau keras. Iya, kalau bajunya nggak seberapa kotor. Kadang kan baju ada yang butuh dibersihkan secara khusus, entah karena kena noda makanan, atau kena noda oli, lumpur, dan sebagainya. Repot kan?

Selain mengganti deterjen bubuk dengan deterjen cair, cara lain adalah dengan langsung mencuci baju yang tipis atau yang tidak terlalu kotor. Tidak usah dibiarkan terlalu lama, langsung saja dicuci selesai dipakai. Mencuci dengan tangan atau manual itu lebih baik (menurut saya lho) dibandingkan dengan mesin. Kita bisa tahu tempat-tempat yang kotor dan menjangkaunya dengan lebih mudah daripada dengan menggunakan mesin. Selain itu dari segi harga, mencuci manual jelas lebih hemat. Setuju? : )
Read more